Semakin berkembangnya bisnis kartu kredit juga berbanding lurus dengan tindak kejahatan terhadap penggunanya. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin beragamnya modus pembobolan kartu kredit oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Salah satu modus penipuan kartu kredit adalah seperti yang dialami oleh seorang nasabah kartu kredit yang CCnya berhasil dibobol hingga puluhan juta rupiah dengan iming-iming penawaran kenaikan limit.

Kejahatan kartu kredit, Pencurian data kartu kredit

Pengguna mesti waspada dengan pembobolan kartu kredit berkedok penawaran kenaikan limit

Modus pembobolan kartu kredit diatas dimulai saat korban mendapatkan telpon dari bank penerbit kartu kreditnya, sebut saja bank Y. Telpon tersebut untuk memberikan penawaran kenaikan limit kepada yang bersangkutan. Singkat cerita, si penelpon kemudian memberitahukan kalau besok akan ada pegawai dari bank Y yang akan datang ke rumah korban untuk mengambil kartu kredit.

Keesokan harinya, pegawai “palsu” dari bank Y pun datang ke rumah seperti yang telah dijanjikan. Dengan membawa tag dan form pengambilan kartu kredit dari bank Y, maka penampilan si pelaku terlihat sangat meyakinkan. Bahkan, korban merasa tidak sedang mengalami penipuan kartu kredit, sebab pelaku sempat menyuruh korban untuk menggunting terlebih dahulu kartu kreditnya.

Nasabah kartu kredit tersebut baru sadar dirinya menjadi korban penipuan, setelah mendapatkan telpon dari bank Y kalau telah terjadi transaksi kartu kredit atas nama beliau dengan jumlah puluhan juta rupiah. Ternyata, meski kartu kredit telah digunting, itu masih bisa digunakan karna chipnya masih utuh.

Dari peristiwa pembobolan kartu kredit diatas, kami berharap nasabah bisa mengambil hikmahnya. Pemegang kartu kredit dianjurkan untuk tidak langsung percaya jika ada seseorang yang menelpon dan mengaku dari bank penerbit kartu kredit yang bersangkutan dan memberikan penawaran-penawaran. Akan lebih baik jika nasabah mengecek kebenarannya dengan menghubungi customer service bank anda. Tetap waspada pembaca yang budiman!

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.