Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak / DJP) sepertinya tidak kenal lelah untuk terus meningkatkan penerimaan pajak Negara. Baru-baru ini DJP membuat gebrakan dengan mewajibkan bank untuk menyetor data transaksi kartu kredit. Apa alas an Ditjen Pajak melakukan hal ini? Apa langkah ini sudah tepat?

Data nasabah kartu kredit

Bank diwajibkan menyerahkan data transaksi kartu kredit kepada Ditjen Pajak

Tujuan pelaporan data transaksi kartu kredit adalah untuk meningkatkan basis data Unit Eselon I Kementerian Keuangan. Harapannya ini bias meningkatkan penerimaan pajak Negara. Wacana penggunaan data kartu kredit sebenarnya telah lama didiskusikan DJP dan OJK. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro saat ditemui Jumat (01/04/2016) kemarin di Jakarta.

“Dengan OJK kami sudah diskusi setengah tahun. Itu sejak Dirjennya Pak Sigit,” ujar Bambang.

Data yang ada nantinya hanya digunakan untuk mencocokkan antara pengeluaran pribadi pengguna kartu kredit dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak yang mereka laporan.

“Kita bukan ngecek limit-limitan, tapi kita cuma mau mencocokkan antara kartu kredit yang dimiliki seseorang dengan profile pajaknya,” ungkapnya. “Misalnya seseorang digaji Rp 100 juta, tapi mereka belanja dua kali lipatnya. Berarti selama ini mereka kekecilan saat melaporkan SPT,” lanjutnya.

DJP melakukan hal ini agar tidak melanggar UU perbankan demi mendapatkan data nasabah. “Data ini (kartu kredit) diperlukan untuk profiling wajib pajak orang pribadi. Karena kita tidak punya akses ke rekening simpanan bank sesuai UU Perbankan. Makanya yang ingin kita lihat profile belanja, yang salah satunya lewat kartu kredit,”  jelas Bambang.

Apa yang dilakukan oleh DJP ini memang perlu untuk diapresiasi. Namun, mereka harus juga memastikan agar data transaksi kartu kredit tidak disalahkan. Dan bagi Anda yang terkendala pajak, segera selesaikan masalah Anda, atau Anda akan mendapat masalah di kemudian hari. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang pajak, silahkan ikuti seminar dan workshop Tax Strategy. Untuk jadwalnya bias Anda cek disini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda!

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.