Bank Indonesia menyatakan bahwa saat ini Indonesia tengah mengalami perlambatan ekonomi. Hal ini tentu bisa berimbas pada beberapa sektor industri yang ada, salah satu dunia industri kartu kredit. BI selaku regulator dunia perbankan mengaku mempertimbangkan untuk menurunkan bunga kartu kredit. Bagaimana detailnya?

Sebelumnya Bank Indonesia telah menetapkan jika bunga kartu kredit adalah sebesar 2,95% per bulan atau sama dengan 35,4% per tahun. Namun melihat perkembangan laju ekonomi Indonesia saat ini ada kemungkinan untuk melakukan penurunan bunga. Namun, BI tidak mau gegabah, karena perlu kajian yang mendalam terkait suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate), struktur biaya dana, dan bunga kredit sebelum mengambil keputusan.

Suku bunga kartu kredit

Ada kemungkinan BI akan menurunkan bunga kartu kredit akibat melambatnya perekonomian bangsa

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Deputi Gubenur BI, Ronald Waas saat ditemui di Kupang, Jum’at kemarin (12/2). “Kami masih mengkaji tapi belum rencana akan menurunkan,” ujarnya.

Alasan Ronald pihaknya belum bisa menurunkan bunga kartu plastik ini adalah karena bunga kartu kredit tidak bisa seenaknya dipangkas seperti bunga KPR. Meski sama-sama sebagai kredit konsumtif, penerapannya sungguh jauh berbeda. Hal ini dikarenakan kartu kredit biasa digunakan untuk transaksi sehari-hari.

Lebih lanjut Ronald juga menjelaskan jika pertumbuhan kartu kredit sangat dipengaruhi oleh laju perekonomian. Jika perekonomian meningkat maka bisnis kartu kredit juga akan meningkat, begitu juga sebaliknya. Meskipun momen-mone tertentu, seperti hari raya, tahun baru, dll bisa menjadi pendongkrak kenaikan transaksi dan volume kartu kredit. Namun beliau masih optimis jika volume transaksi di tahun 2016 akan mengalami kenaikan. “Tahun 2016, volume kartu kredit pasti naik,” lanjutnya.

Kemungkinan penurunan bunga kartu kredit ini juga mendapatkan dukungan dari pihak bank selaku penerbit kartu kredit. Salah satunya datang dari Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas saat dimintai tanggapannya tentang adanya wacana ini Minggu kemarin (14/2).  “Dengan turunnya BI rate beberapa waktu lalu, kami rasa suku bunga kartu kredit juga akan turun, kami rasa nanti dua sampai tiga bulan setelah BI rate atau Maret sampai April 2016 akan turun,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut juga diamini oleh Suhardi Petrus, Sekretaris Perusahaan BNI. Menurutnya pihaknya siap menurunkan bunga jika BI juga menurunkan batas atas suku bunga kartu kredit. Beliau juga menjelaskan jika terjadi, penurunan tersebut tidak akan mempengaruhi pendapatan bank. “Dengan turunnya suku bunga kartu kredit tidak akan mempengaruhi pendapatan bunga BNI karena volume akan naik,” imbuhnya.

Berita tentang kemungkinan menurunnya bunga kartu kredit ini jelas merupakan kabar baik bagi pengguna kartu kredit. Mereka bisa bertransaksi dengan leluasa tanpa takut terbebani dengan bunga yang lebih tinggi. Lalu, apakah menurut Anda BI memang perlu menurunkan bunga tersebut? Sampaikan opini Anda di kolom komentar yang telah tersedia.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.